IKLAN

Sabtu, 19 November 2011

Penyaluran KUR sampai November 2011


Menurut Infobanknews.com Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) nyaris mencapai Rp25 triliun sampai awal November 2011. Hampir seluruh bank berhasil melampaui target yang telah ditetapkan pada awal tahun.
“Realisasi KUR per 11 November 2011 sebesar Rp24,96 triliun, atau 124,8% dari target sebesar Rp20 triliun di tahun 2011,” ungkap Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto, kepada wartawan di Jakarta, Kamis 17 November 2011.
Dengan Jumlah debitur yang mencapai 1.678.720 debitur. Berikut rincian penyaluran KUR:
1.     PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk, realisasi KUR Rp2,83 triliun (113,2% dari target) dengan jumlah debitur 42.332 debitur.
2.     PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk total KUR Rp14,54 triliun (145,4% dari target). Terbagi menjadi KUR Ritel Rp2,63 triliun dengan jumlah debitur 14.028 debitur. Sedangkan realisasi KUR Mikro Rp11,91 triliun dengan jumlah debitur 1.491.846 debitur.
3.     PT Bank Mandiri (persero) Tbk realisasi KUR Rp3,09 triliun (103,0% dari target) dengan jumlah debitur 76.458 debitur.
4.     PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk realisasi KUR Rp628,6 miliar (78,6% dari target) dengan jumlah debitur 4.435 debitur.
5.     PT Bank Bukopin Tbk realisasi KUR Rp165,2 miliar (47,2% dari target) dengan jumlah debitur 1.264 debitur + PT Bank Syariah Mandiri (BSM) realisasi KUR Rp630,5 miliar (105,1% dari target) dengan jumlah debitur 8.221 debitur.
6.     13 Bank Pembangunan Daerah berhasil mengucurkan KUR Rp3,08 triliun (112,8% dari target) dengan jumlah debitur 40.135 debitur.
Wow…menurut saya ini adalah hal yang fantastis. Dengan penetrasi KUR yang sedemikian besarnya mudah-mudahan sektor UMKM semakin memiliki fundamen yang kuat untuk terus berkembang dan terus menjadi penopang utama sektor riil perekonomian Indonesia. Dan mudah-mudah tidak terjadi banyak kredit macet atas program ini. Bagaimana menurut anda????

TENAGA OUTSOURCING DI PERBANKAN INDONESIA

Beberapa tahun belakangan ini, hampir semua Industri Perbankan di Indonesia menerapkan sistem outsourcing untuk memenuhi beberapa kebutuhan sumberdaya mereka.
Pengertian Outsourcing  menurut Pasal 64 UUK, "outsourcing adalah suatu perjanjian kerja yang dibuat antara pengusaha dengan tenaga kerja, dimana perusahaan tersebut dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan yang dibuat secara tertulis".

atau dengan kata lain proses pemindahan tanggung jawab tenaga kerja dari perusahaan induk ke perusahaan lain diluar perusahaan induk yang diatur dalam suatu kesepakatan tertentu

Untuk itu perusahaan berupaya fokus menangani pekerjaan yang menjadi bisnis inti sedangkan pekerjaan penunjang diserahkan kepada pihak lain. 

banyak contoh penerapan outsourcing di Industri Perbankan Indonesia, mulai dari pengadaan mesin ATM, Kartu ATM, Tenaga Pengamanan, Cleaning Service sampai Customer Service.

Mencermati praktek outsourcing di Perbankan Indonesia, terutama Tenaga Customer Service, sebenarnya hal ini hanyalah bertujuan untuk menekan biaya tenaga kerja (BTK) secara sistemik, sedangkan efektifitasnya masih perlu dilihat perkembangannya ke tahun-tahun mendatang.

sebagai contoh: penerapan outsourcing tenaga customer service dan teller di perusahaan tempat saya bekerja, setiap hari berinteraksi dengan mereka, saya sering mendapati bahwa sebagian besar mereka (tenaga outsourcing) bekerja dibawah standar (menurut saya) mulai dari mutu pelayanan, penanganan komplain, akurasi pembuatan laporan berkala, motivasi kerja, integritas dan profesionalisme.
namun hal ini wajar menurut saya, sebab mungkin mereka (tenaga outsourcing) merasa masa depan nya  kurang jelas serta adanya gap benefit dan gaji bila dibandingkan dengan pegawai tetap.

tetapi, 2 tahun ini saya cukup bisa bernafas lega dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan saya, untuk memberikan kesempatan bagi tenaga outsourcing untuk bisa menjadi tenaga tetap. mudah-mudahan hal ini bisa memotivasi mereka untuk bisa memberikan yang terbaik bagi perusahaan